Ciptakan Kacang tanpa Lemak

Diposkan oleh alexandria joseph | 02.38


MALANG, KOMPAS.com - Aprodhyta Putri, mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Tekhnologi P

ertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, berhasil mengembangkan kacang tanah tanpa kandungan minyak lemak dan kolestrol. Kini, hasil olahan kacang tanah tersebut telah dijual di berbagai pasar dan toko di wilayah Malang Raya (Kota Malang/Batu dan Kabupaten Malang), dengan diberi nama Kacang Press Free Lipida.

Menurut mahasiswa yang akrab dipanggil Putri itu, kacang olahan tersebut benar-benar aman untuk dikonsumsi siapa saja. "Selain karena tanpa lemak dan koresterol, Kacang Press Free Lipida ini juga mengandung katekin yang cukup tinggi," katanya, Selasa (17/5/2011). Katekin kata Putri, yang didapat dari ekstrak teh hijau itu adalah suatu senyawa alami dalam tanaman yang mengandung antioksidan yang bisa berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas.
Adapun proses mengolahannya, kacang tanah tanpa kandungan lemak tersebut dengan menekan kacang tanah menggunakan hydrolic press. Cara tersebut dilakukan untuk menghilangkan kandungan minyak lemak. "Setelah di-press, kacang tanah itu kemudian direndam dalam ekstrak teh hijau selama setengah hari. Perendaman itu mengakibatkan kandungan katekin dalam ekstrak teh hijau meresap ke dalam kacang tanah itu," bebernya.
Setelah direndam, lanjut Putri, kacang tanah kemudian digoreng dengan menggunakan minyak kacang hasil perasan hydrolic press. "Karena kandungan minyak lemak itu telah digantikan dengan senyawa katekin dari ekstrak teh hijau, minyak tersebut tidak meresap kembali ke dalam kacang. Pengolahan itu tak merusak kandungan protein yang ada di dalam kacang," jelasnya.
Lebih lanjut Putri menjelaskan, kacang tanah itu sekarang sudah dijual di Surabaya, Gresik, wilayah Malang dan juga beredar di Sidoarjo. Harga jual kemasan 80 gram hanya seharga Rp 4.000. Ditanya apakah sudah ada salah satu perusahaan yang tertarik, Putri mengaku sudah ada perusahaan makanan yang tertarik untuk memproduksinya dengan skala besar.
Sementara itu, Wahono Hadi Susanto dosen pembimbing Putri menjelaskan, bahwa produk itu memiliki peluang bisnis yang sangat cerah. "Kacang itu layak dikembangkan," katanya singkat.
Wahono menghitung harga satu kilogram kacang tanah Rp 20 ribu. Namun, setelah diolah, harga menjadi Rp 40 ribu per kilogram. "Sudah banyak perusahaan yang tertarik," katanya tanpa menyebutkan perusahaan apa.


Labels: ,




0 komentar
Photobucket