Tampilkan postingan dengan label Dunia aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia aneh. Tampilkan semua postingan

Inilah Batu Penyelamat Saat Tsunami Jepang

Diposting oleh alexandria joseph | 07.29


Headline

Batu setinggi empat kaki ini layaknya batu biasa. Namun penduduk setempat mengklaim batu itu berharga karena menyelamatkan nyawa penduduk Aneyoshi saat tsunami Jepang.

Tulisan terukir di batu itu berbunyi, “Dilarang membangun rumah Anda di bawah titik ini!”

Peringatan itu untuk menunjukkan bahaya bertempat tinggal di kawasan yang berisiko banjir dan tsunami. Penduduk desa yang berpaham tradisional juga mematuhi peringatan itu sehingga hanya 11 rumah dan 34 warga yang menggantungkan diri di titik geografis rawan tersebut.

Aneyoshi yang terletak di pegunungan perfektur Iwate merupakan wilayah rawan bencana alam nasional. Sekitar 300 kaki menurun dari tempat batu itu berada, terdapat garis biru. Garis inilah yang menjadi batas tertinggi air tsunami yaitu 127,6 kaki.

"Sebelumnya, batas air tertinggi men capai 123,3 kaki di tahun 1896. Batuan penanda tsunami memang dipercaya sepenuhnya oleh masyarakat Jepang untuk menghindari penderitaan yang dirasakan nenek moyang mereka," kata Itoko Kitahara, ahli bencana alam di Ritsumeikan University, Kyoto.

Batu Aneyoshi menginformasikan bahwa rumah di dataran tinggi bisa menjamin perdamaian dan kebahagiaan ‘keturunan Jepang’. Meskipun begitu,banyak pula warga desa yang mengabaikan peringatan yang tertulis di batu dan membangun rumah di dekat pantai. Ini merupakan kesalahan fatal.

“Seiring waktu, banyak orang melupakan batu tersebut, sampai tsunami lain muncul dan membunuh lebih dari 10.000 orang,” ujar ahli tsunami Fumio Yamashita.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1443522/inilah-batu-penyelamat-saat-tsunami-jepang


Labels:




Gadis Cantik Ini Tidak Pernah Sikat Gigi Selama 10 Tahun!

Diposting oleh alexandria joseph | 01.30


Setiap orang terkadang memiliki kebiasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain. Tapi di Seoul, Korea Selatan seorang gadis mengaku tidak pernah menggosok gigi selama 10 tahun.

Dalam sebuah program TV Martian Virus dari tvN Seoul memperkenalkan seorang gadis yang dikenal sebagai 'Cutey Yellowish'. Julukan ini diberikan karena ia berhenti menggosok gigi satu dekade lalu. Ia mengungkapkan bahwa terakhir kali ia ingat melakukannya adalah ketika sang ibu menggosokkan gigi untuknya.

"Saya tidak mengerti kenapa orang harus sikat gigi, karena orang lain tidak akan melihat ke dalam mulut Anda," ujar Ji Hyun Ji yang berusia 20 tahun, seperti dikutip dari Straitstimes.com, Rabu (6/4/2011).

Ji Hyun Ji menuturkan tumpukan sisa-sisa makanan yang ada benar-benar akan melindungi giginya dan ia hanya akan menyeka gigi bagian depannya dengan tisu hanya pada kesempatan-kesempatan tertentu saja.

Meskipun ibu dari Ji Hyun Ji telah lupa cara menyikatkan gigi anaknya, tapi produser program acara ini Lee Geun Chan akan mencoba membujuk Ji agar mau menyikat lagi giginya.

Hal ini karena jika seseorang tidak menyikat gigi bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan. Bakteri yang ada di gigi akan bertanggung jawab terhadap kondisi kerusakan gigi dan penyakit gusi. Selain itu bakteri ini bisa masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan pembekuan serta kondisi medis lainnya, seperti dikutip dari Telegraph.

Jika seseorang tidak menyikat gigi maka akan menghasilkan plak di gigi dan diantara gigi. Plak dan bakteri yang menumpuk ini dengan cepat akan menyebabkan bau mulut atau halitosis.

Seiring waktu, plak yang ada ini akan menyebabkan perubahan warna yang substansial pada gigi, peradangan di gusi, gigi berlubang bahkan yang lebih buruk adalah hilangnya tulang rawan dan rahang.

Selain itu efek dari tidak menyikat gigi juga mencakup peningkatan risiko terhadap penyakit lainnya, seperti secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, jika sedang hamil maka infeksi yang terjadi bisa melewati plasenta dan masuk ke aliran darah bayi serta bakteri ini dapat menyebabkan bekuan darah kecil sehingga menghambat suplai darah ke jantung dan otak.

sumber : http://health.detik.com/read/2011/04/06/152648/1610140/763/wuih-ada-gadis-yang-tak-mau-sikat-gigi-selama-10-tahun


Labels: ,




Gara-Gara Koin, Lubang Ajaib Berubah Warna

Diposting oleh alexandria joseph | 00.53


Headline

Beberapa dekade, lubang ini menjadi daya tarik paling populer di kawasan Morning Glory Pool, Wyoming, Amerika Serikat. Tren baru, pengunjung melempar uang koin di lubang itu demi nasib baik.

Sebelumnya, mata air panas alami ini hanya memiliki warna biru khas. Namun, kini muncul pula warna hijau tua, kuning dan merah di sekeliling mata air. Sementara tampilan itu berubah dengan cara menakjubkan, alasan sebenarnya tidaklah terlalu menarik.

Wisatawan selama puluhan tahun melempar koin ke dalam kolam untuk keberuntungan. Namun, koin itu ternyata memblokir ventilasi panas kolam dan mengurangi suhu di sana.

Di saat yang sama, bahan kimia koin menyebabkan reaksi berbeda dan menumbuhkan bakteri. Selanjutnya muncul pula ganggang yang memberi warna hijau.

Ganggang merupakan bakteri fotosintesis dan termofilik yang dapat bertahan di suhu 64 derajat Celcius hingga 107 derajat Celcius.

Sebuah papan informasi hadir di seberang kolam yang mengatakan bahwa kemuliaan kawasan itu sudah memudar karena masyarakat melempar batu, botol dan kaleng sehingga menghalangi ventilasi panas di bagian bawah dan merusak kealamian kawasan tersebut.

“Bakteri yang berkembang dalam air panas mulai mati dan warna mulai memudar. Saya merasa sangat sedih melihat bagaimana manusia menghancurkan keindahan alam,” tulis konsultan IT, Arun Yenemula, yang mengambil foto tersebut.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1403002/gara-gara-koin-lubang-ajaib-berubah-warna


Labels: ,




Danau Dua Rasa,Tawar dan Asin

Diposting oleh alexandria joseph | 00.38


Jauh di pedalaman Kalimantan Timur sana, terbentanglah Danau Labuan Cermin. Danau bening ini istimewa karena memiliki laut di dasarnya. Laut di dasar danau? Benar, danau ini memiliki aliran air asin yang hanya ada di bagian bawah danau.


Labuan Cermin terletak di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Jika dilihat di peta, letaknya tepat di punggung hidung Kalimantan. Tempat ini bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan laut dari Derawan.

Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan.

Belum ada yang melakukan penelitian di daerah ini sehingga terbentuknya fenomena ini masih menjadi misteri.

Lapisan keruh berwarna putih itu diduga hasil pembusukan organisme dasar labuhan yang terperangkap dan tak bisa pergi. Dua jenis air di danau ini juga menghadirkan organisme dari dua dunia. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau.


The Nature Conservancy/Rudyantoi

Saat saya kesana, kebetulan lapisan air tawar sedang tipis. Awak kapal menyelam dan sempat mencicipi air asin di kedalaman sekitar dua meter. Rupanya ketebalan lapisan air tawar dan air asin bisa berubah sesuai dengan pasang-surut air laut.

Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Sambil berenang kami disuguhi musik hutan — suara burung dan serangga. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin: airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orang yang tak bisa berenang.


The Nature Conservancy/Rudyanto

Untuk menuju tempat ini kami harus menumpang sampan nelayan dan melewati perjalanan selama 15 menit, menembus semak bakau dan hutan. Hutan itu masih dihuni aneka binatang liar seperti monyet, bekantan, berang-berang dan beruang madu.

Karena jaraknya cukup jauh dari kota, jarang atau hampir tidak ada turis yang berkunjung ke sini. Tempat ini hanya dikenal oleh orang-orang lokal dari sekitar daerah itu. Fasilitas dan prasarana pun masih seadanya. Tempat kami menginap adalah sebuah Pusat Informasi Nelayan (PIN) binaan The Nature Conservancy, lembaga pegiat pelestarian lingkungan yang mengundang saya mengunjungi tempat ini.

PIN berbentuk rumah panggung di tepi muara sebuah sungai, hanya beberapa ratus meter dari laut. Rumah itu punya semacam dermaga kecil tempat menambatkan perahu. Sungai di depan PIN berair payau. Kadar keasinannya tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut surut, sungai berubah menjadi sangat jernih sehingga dasarnya dapat dilihat dengan jelas.



Dari beranda kita bisa melihat ikan berseliweran. Ardi, anak nelayan yang suka bermain di PIN menjelaskan pada kami jenis-jenis ikan itu. Ada ikan yang banyak durinya, ada ikan yang menyengat dan ikan yang bertubuh pipih panjang. Tak hanya dikunjungi oleh para nelayan, PIN juga menjadi tempat berkumpul anak-anak nelayan yang hendak menonton film tentang kehidupan laut atau membaca koleksi perpustakaan.

Hari mulai gelap saat beberapa nelayan berangkat melaut. Adapun kami menghabiskan malam dengan minum kopi di beranda dan menatap air sungai dan bulan nyaris purnama. Suasana damai yang tak bisa ditemui di kota.

sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/67-danau-dua-rasa


Labels: ,