Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sering Masturbasi? Ini Akibatnya!

Diposting oleh alexandria joseph | 08.43


Headline

Selain memiliki segudang manfaat positif seperti meningkatkan kualitas tidur, meredam stres, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatkan produksi endorfin, sering masturbasi juga memberikan efek negatif yang sangat membahayakan.


Ejakulasi dini

Konsultan seks, Dr Hernano Chavez mengatakan, sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks atau justru mempercepat ejakulasi atau ejakulasi dini.

"Dengan masturbasi, kita bisa mencapai orgasme sendiri. Lama-kelamaan otak akan terlatih merespons sentuhan-sentuhan tangan sendiri dan mengurangi sensitivitas sentuhan yang berasal dari orang lain. Akibatnya akan lebih sulit mencapai klimaks," kata Chavez, seperti dikutip situs askmen

Secara biologis, ketagihan masturbasi bisa memengaruhi otak dan zat-zat kimia dalam tubuh sehingga berpengaruh pada produksi hormon seks secara berlebihan. Meski dampaknya pada tiap orang berbeda, masturbasi kronik ini bisa menyebabkan rasa lelah, sakit di bagian pelvic, sakit punggung, sakit di bagian testis, hingga rambut rontok.

Karena terbiasa memuaskan diri sendiri tanpa melibatkan orang lain, dikhawatirkan seseorang akan lebih menyukai aktivitas seks sendiri dibandingkan dengan pasangan. Padahal hubungan seks yang sehat seharusnya bisa memuaskan kedua belah pihak.

Masturbasi kronis dan komplusif

Selain ejakulasi dini, sering masturbasi mengakibatkan masturbasi kronis dan kompulsif.

Masturbasi kronis akan mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Sedangkan masturbasi komplusif akan mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.

Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok, dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1427912/sering-masturbasi-ini-akibatnya


Labels:




10 Penyakit Keturunan Yang Sulit Dicegah

Diposting oleh alexandria joseph | 18.10









http://i26.tinypic.com/6i9sa8.gif


“Memang sudah dari sananya,” adalah ungkapan yang sering kita dengar jika berkomentar tentang perilaku atau sifat seseorang. Artinya, memang sudah takdirnya. Apakah takdir itu jika ditinjau dari sains? Yang jelas, ada faktor keturunan yang bisa menjadi takdir seseorang untuk mengalami suatu hal yang sama dengan orangtuanya. Berikut ada 10 kondisi pada manusia yang bersikap “takdir” keturunan.


1. Alkoholisme

Anak-anak penderita alkoholik tidak ditargetkan menjadi pecandu alkohol juga. Tapi studi terbaru mengungkap bahwa sekitar 50 persen anak para alkoholik berisiko menderita nasib serupa dengan orangtuanya. Sebesar 50 persennya lagi akan ditentukan oleh lingkungan. Ini disebabkan sejumlah gen pada orangtua menurun ke anak, sejenis gen ketergantungan.


2. Kanker Payudara

Penyebabnya memang masih misteri, namun ilmuwan sudah menemukan bahwa terjadi mutasi sejumlah gen seperti BRCA1 dan BRCA2 adalah pemicunya. Perempuan yang mewarisi mutasi gen ini akan menderita kanker payudara. Sedangkan kaum lelakinya akan mengalami risiko kanker prostat.


3. Buta Warna

Sebanyak 10 juta lelaki AS tak bisa membedakan mana merah dan hijau. Gangguan pengelihatan ini memang lebih banyak diderita Kaum Adam. Mengapa? Sebab gen reseptor warna hijau dan merah berada di posisi dekat kromosom X.


4. Kekerasan

Mengerikan juga jika seorang ayah yang suka melakukan kekerasan akan menurun pada anaknya. Perilaku agresif anak lelaki biasanya diturunkan dari gen ayahnya. Bukan hanya kebiasaan melakukan kekerasan, melainkan juga perilaku antisosial dan suka mencuri. Gen suka mencuri ini lebih banyak bekerja pada perempuan.


5.Obesitas

Kegemukan tak selamanya akibat lingkungan. Banyak kasus dimana orang memangvsulit menahan nafsu makannya. Ini disebabkan ada gen yang membuat fungsi penahan nafsu makan tidak bekerja dengan baik. Dan gen ini menurun. jadi jangan heran jika menjumpai satu keluarga yang bertubuh gemuk semua.


6. Penyakit Jantung

Jika punya anggota keluarga menderita diabetes atau stroke, bisa dipastikan akan menderita gangguan jantung. Anak dari orang tua penderita gangguan jantung dan peredaran darah akan mewarisi penyakit tersebut. Ditambah lagi pasien gagal jantung juga akan menurunkan penyakit serupa.


7. Saudara Kembar

Ingin memiliki saudara kembar? Periksa dulu apakah ada kembar dalam keluarga kita. Kasus kembar ini dipicu oleh suatu gen yang membuat seorang ibu melepaskan sel telur multipel selama evaluasi. Keturunan kembar ini tidak selalu menurun langsung ke anak-anak, bisa melompat ke cucu atrau sepupu.


8. Jerawat

Anda berjerawat parah? Agak sulit disembuhkan jika memang kedua orangtua kita berjerawat juga. Studi mempelihatkan banyak anak usia sekolah berjerawat juga memiliki riwayat berjerawat pada keluarganya.


9. Tak Doyan Susu

Ada sebagian orang yang tak bisa minum susu hewani dengan kandungan zat laktosa. Memang tubuh mereka tak mampu menoleransi laktosa sama sekali. Untuk bayi, biasanya disediakan susu kedelai dengan kandungan laktosa rendah. Kondisi seperti ini juga bersifat menurun dalam anggota keluarga.


10. Kebotakan

Walau kebotakan dianggap biasa pada kaum lelaki, ternyata hal itu juga dipicu oleh keturunan. Ada gen yang diturunkan oleh salah satu pihak orangtua atau keduanya yang menyebabkan si anak juga menderita kebotakan. Ada juga orang yang menderita kebotakan permanen yang pastinya juga disebabkan oleh satu jenis gen.


Sumber:http://netsains.com/2007/10/10-takdir-keturunan-yang-sulit-dicegah/


Labels: ,




11 Mitos Salah Seputar Olahraga

Diposting oleh alexandria joseph | 01.34











1. Anda telah berolahraga dengan maksimal bila sudah merasa sakit.


Salah. Anda tak perlu sampai sakit ketika berolahraga. Merasa sakit pada saat melakukan gerakan baru memang wajar-wajar saja. Tapi sakit dengan merasa sakit berbeda, lo. Agar program olahraga Anda berhasil, Anda tak perlu memaksa otot-otot sampai sakit. Bila itu terjadi, Anda justru harus berhenti.



2. Aerobik adalah olahraga yang terbaik.

Salah. Program latihan yang baik adalah yang seimbang, sehingga Anda perlu juga melatis keluwesan tubuh dan juga stretching.



3. Tubuh Anda akan tampak berotot bila melakukan latihan penguatan otot.


Salah. Anda tak perlu khawatir. Wanita pada umumnya tidak memiliki hormon testosteron yang cukup yang menyebabkan otot terbentuk seperti yang terjadi pada kaum pria.



4. Anda harus melakukan olahraga berat agar program latihan Anda berhasil.


Salah. Anda tidak perlu memaksa diri agar mendapatkan manfaat berolahraga. Anda justru terancam overtrained jika terlalu bernapsu berolahraga. Latihan dengan intensitas sedang, misalnya jalan kaki 5 km per jam dengan menggunakan treadmill, sudah membuat tubuh Anda lebih bugar.



5. Satu-satunya cara untuk sehat adalah berolahraga di pusat kebugaran.


Tidak selalu. Gerakan apa pun baik. Untuk sehat, Anda dapat melakukan dansa, bersepeda, jalan cepat, atau mengangkat beban yang tidak terlalu berat sambil menonton televisi.



6. Latihan abdominal dapat mengecilkan perut.

Salah. Latihan abdominal seperti sit-up penting untuk menguatkan otot-otot perut dan memperbaiki bentuk. Otot adalah otot dan lemak adalah lemak. Seberapa banyak sit-up yang telah dilakukan tidak berarti otot perut dapat berkurang. Untuk mengurangi lemak, Anda juga tetap harus memperhatikan pola makan dan mengurangi kalori.



7. Latihan aerobik dapat membantu mengurangi berat badan secara permanen dan dapat mempercepat metabolisme.

Tidak seluruhnya benar. Metabolisme memang menjadi lebih cepat dan bertambah selagi berolahraga, tetapi hanya untuk waktu yang pendek. Tetapi bila Anda menambah beban ketika beraerobik, latihan itu akan membakar kalori pada otot yang berarti memberikan manfaat pada metabolisme untuk jangka waktu yang agak panjang.



8. Olahraga selalu membuat lapar.

Salah. Olahraga yang intens memang menambah selera makan. Olahraga juga dapat membantu Anda mengontrol selera makan, hingga Anda menjadi lebih peka dengan apa yang dirasakan oleh tubuh. Dengan begitu, Anda akan bisa memberikan tubuh hanya apa yang dibutuhkannya.



9. Anda dapat makan apapun yang diinginkan asal cukup berolahraga.


Tidak betul. Bila tubuh Anda lebih banyak menerima kalori daripada apa yang sudah dibakar, berat badan akan bertambah. Aturan kebugaran yang baik termasuk keseimbangan yang peka antara cukup berolah raga dan pola makan yang benar.



10. Berolahraga membuat Anda tidak tidur semalaman.

Salah. Bila Anda berolahraga pada malam hari, hal itu memang betul. Tapi bila Anda berolahraga pada jam-jam yang normal, maka Anda akan tidur lebih nyenyak dan membuat Anda lebih segar dalam menjalani kegiatan keseharian.



11. Dengan menambahkan beban di tangan dan pergelangan kaki pada saat melakukan jogging, Anda dapat melakukan latihan penguatan otot dan aerobik pada saat yang bersamaan.


Salah. Lakukan kedua latihan tadi pada saat yang berbeda. Paling tidak, lakukan aerobik terlebih dahulu baru kemudian jogging. Jangan digabung. Bila melakukannya pada saat yang bersamaan, dapat menekan jaringan-jaringan otot dan menimbulkan masalah pada otot serta persendian.


sumber:http://hadinisme.blogspot.com/2010/08/11-mitos-salah-dalam-olahraga.html


Labels: , ,




144 Anggota TNI Di Papua Terjangkit HIV / AIDS

Diposting oleh alexandria joseph | 01.10


Ini pelajaran bagi PNS, TNI, dan Polri. Sebanyak 144 Anggota Kodam XVII Cenderawasih, positif mengidap HIV/AIDS. Sebagian besar terjangkit melalui hubungan seks bebas atau berganti-ganti pasangan. Angka tersebut langsung mengukuhkan Kodam XVII Cenderawasih sebagai daerah militer yang memiliki prasentase terbesar di seluruh Indonesia, yang Anggota TNI-nya mengidap HIV/AIDS.


Seks bebas menjadi salah satu pemicu penyebaran HIV-AIDS di Papua


Menurut Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen Hotma Marbun, sebanyak 144 anggota itu tersebar di seluruh Papua dan berada dalam pengawasan tim kesehatan pada masing-masing batalyonnya. Para anggota tersebut, juga masih menjalankan tugas kenegaraan sebagaimana mestinya dan secara rutin mengkonsumsi obat ARV untuk menjaga kondisi fisik mereka.
“Jadi, mereka masih menjalankan tugas dan tetap berada dalam bimbingan tim kesehatan kita (TNI,red),” kata Pangdam pada acara Coffie Morning bersama kalangan pers Jayapura, bertempat di Aula Tony Rompis Kodam XVII Cenderawasih.


Ditambahkan Pangdam, berkaitan dengan hal ini pihaknya terus berupaya untuk menekan tingginya angka kasus HIV/AIDS yang menimpa para anggotanya, melalui berbagai kegiatan penyuluhan serta kegiatan terkait lainnya. Yang tak kalah pentingnya, lanjut Marbun, para pengidap HIV/AIDS tersebut, tak mendapat stigma, diskriminasi maupun intimidasi dari para anggota TNI lainnya.


“Justeru sebaliknya, para anggota pengidap HIV/AIDS dirangkul dan diberi dukungan semangat oleh teman-temannya untuk dapat sembuh dari penyakit mematikan itu,” tuturnya.

Sumber:http://ruanghati.com/2010/08/11/wih-sebanyak-144-anggota-tni-di-papua-terjangkit-hivaids/


Labels: , ,