Indonesia Menjadi Jembatan antara Islam dan Barat

Diposkan oleh alexandria joseph | 20.14


London: Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Dr. Eddy Pratomo mengatakan, harapan Indonesia menjadi jembatan antara Islam dan Barat berhasil dibuktikan.

Hal itu disampaikan Dubes dalam paparannya "The Role of Soft Power and Its Significance in the Realm of Internal and External Policies of Indonesia," demikian Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin Purno Widodo, menyampaikan kepada ANTARA News di London, Selasa (17/5).

Simposium International Cultural Diplomacy 2011 yang diadakan Institute for Cultural Diplomacy Berlin itu, dihadiri profesional muda, akademisi, perwakilan politik, dan diplomatik termasuk mantan Presiden Romania Dr. Emil Constantinescu, kalangan pers, perwakilan dari sektor swasta dan pemangku kepentingan di bidang hubungan internasional.

Eddy Pratomo mengatakan, karakter budaya Indonesia mampu menjadi penghubung antara Islam dan Barat. "Multikulturalisme telah tumbuh di Indonesia, yang terbentuk dari berbagai unsur merupakan komponen penting dalam strategi soft power Indonesia," ujarnya.

Politik luar negeri Indonesia sebagaimana dipaparkan Pratomo, selalu mengedepankan soft power dengan berbagai modalitas yang dimiliki seperti Islam Moderat dan demokrasi. Hal tersebut didukung dengan berbagai norma dan nilai-nilai yang berkembang seperti penegakan hukum dan HAM, sistem pemerintahan yang baik, kebebasan media serta desentralisasi. Ia mengemukakan, dengan berbagai modalitas itu, politik luar negeri Indonesia semakin menunjukkan perannya. Terbukti dengan berbagai penyelenggaraan Inter-faith, Inter-Cultural Dialogue serta Bali Democracy Forum. Hal ini membuat Indonesia semakin yakin mampu menjembatani berbagai pertentangan antara Islam dan Barat yang akhir-akhir ini menjadi masalah di dunia internasional.

Disela-sela simposium yang dihadari masyarakat internasional ini, KBRI Berlin juga mempromosikan budaya Indonesia dengan mendirikan mini exhibition yang menyajikan berbagai informasi bahan cetak dan elektronik mengenai budaya Indonesia dan potensi pariwisata Indonesia.

Pada sesi wawancara, Eddy Pratomo memberikan keterangan mengenai berbagai nilai budaya Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika, bagaimana menjaga warisan budaya serta bagaimana menjembatani pertukaran budaya. "Cultural Exchange akan meningkatkan saling pengertian diantara berbagai peradaban, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kontak antar manusia, dalam berbagai cara," ujar Pratomo.


Labels:




0 komentar
Photobucket